Komunitas Jakarta Groups – Indonesia

NKRI HARGA MATI

•PROV MALUKU SELATAN

PROVINSI MALUKU SELATAN

 

▼ TOPIK

SUARAPARTAI.com – Putusan Pengadilan Den Haag Belanda  yang diterbitkan Rabu (6/9) pagi waktu setempat, akhirnya menolak permintaan Presiden Republik Maluku Selatan (RMS) John Wattilete  agar Pengadilan Internasional Den Haag Belanda memerintahkan penangkapan dan pemeriksaan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di pengadilan jika berkunjung ke Belanda. Penangkapan ini didasarkan Presiden Yudhoyono sebagai pemimpin tertinggi di Indonesia harus bertanggung jawab, karena dituding telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia atas tindakan Densus 88 di Maluku.

Selain itu John Wattilete dalam tuntutannya memaksa  Presiden Yudhoyono berdialog dengan RMS, jika dialog berlangsung, mereka akan menanyakan di mana makam presiden pertama RMS, Soumokil yang dieksekusi Soeharto pada tahun 1966 itu

Setelah dirasa gagal dalam persidangan, John Wattilete berjanji  Presiden Yudhoyono akan diterima baik-baik jika datang ke Belanda. “Jangan takut, kami tidak akan apa-apakan. Paling-paling kami hanya demo, seperti yang sudah direncanakan,” kata John Wattilete seperti dikutip dari Radio Nederland, Rabu (6/10).

Seperti kita ketahui sebelumnya, gara-gara tuntutan seorang  John Wattilete, mengakibatkan  Presiden Yudhoyono membatalkan undangan  dari Ratu Belanda Beatrix untuk menerima gelar Order of the Dutch pada menit-menit terakhir sebelum pesawat yang membawanya lepas landas.

Keputusan penundaan kedatangan Presiden Yudhoyono di Negeri Belanda sendiri dapat dipahami oleh Partai Sosialis Belanda, melalui pemimpinnya Harry van Bommel, Van Bommel yang direncanakan berdialog dengan SBY memahami keputusan Presiden karena lawatannya ke Belanda adalah memang bukan perjalanan biasa. “Tidak, kami tahu beliau orang bijak,” katanya mengomentari Presiden Yudhoyono setelah mengumumkan menunda kunjungan ke Belanda itu pada surat kabar setempat, De Telegraaf, Rabu (6/10).

Namun begitu Van Bommel tetap memiliki rasa kekecewaan, karena Presiden Yudhoyono sangat diharapkan kedatangannya selain untuk membahas persoalan Maluku dan Papua, Van Bommel menyatakan, Indonesia dan Belanda akan membicarakan nasib para janda dan korban selamat dalam pembantaian Rawagede, Karawang, pada 1947 oleh tentara kolonial Belanda.

Di dalam negeri sendiri keputusan Presiden Yudhoyono ditanggapi berbeda oleh berbagai kalangan, salah satunya ditanggapi oleh mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PMI. Kalla angkat bicara mengenai keputusan SBY yang dianggap sebagian kalangan sebagai langkah tegas dari seorang Presiden, Kalla sangat menghargai keputusan itu, namun ia mengingatkan pemerintah harus segera mengelola isu separatis tersebut.

Kalla berpendapat bahwa RMS sudah lama dibubarkan, namun mengapa kini muncul kembali “Organisasi itu sudah dibubarkan sejak 1953 oleh pengadilan dan sudah mati sejak 60 tahun lalu. Kenapa sekarang isu RMS itu jadi terkenal di seluruh dunia. Itu yang perlu dikelola pemerintah,” kata  mantan Ketua Golkar ini  saat peresmian galeri unit donor darah di sebuah mal Kota Bekasi, Kamis (7/10)

Pemerintah jangan memberi peluang RMS menjadi terkenal sehingga dapat memberikan peluang kembalinya muncul isu isu lainnya “Dia [RMS] tidak ada apa-apa. Tentu jangan dibuat peluang untuk terkenal karena akan muncul isu lain lagi,” kata JK, karena itulah JK berharap pemerintah untuk segera berangkat ke Belanda agar isu separatisme tersebut hilang dan orang bisa melupakan RMS.

RMS dapat hidup dan menebarkan isu separatis di negara yang pernah menjajah kita perlu segera dibereskan agar akibat dari isu ini tidak semakin membuat kita di mata bangsa sendiri dan bangsa lain makin dipertanyakan kekuatan intelejen dan pertahanan negara kita. (jw/suarapartai.com)

 

▼GAGASAN

Maluku merupakan salah satu provinsi tertua dalam sejarah Indonesia, provinsi ini dikenal dengan kawasan Seribu Pulau yang memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Provinsi Maluku mempunyai luas wilayah 712.479,65 Km², di sebelah timur berbatasan langsung dengan Kepulauan Irian, di sebelah barat berbatasan dengan Laut Sulawesi, sebelah utara berbatasan dengan Laut Seram dan sebelah selatan berbatasan langsung dengan Laut Indonesia dan Laut Arafura. Secara administratif provinsi ini terdiri dari 7 (tujuh) kabupaten dan 1 (satu) kota, yaitu Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Buru, Kepulauan Aru, Seram bagian Barat, Seram bagian Timur dan Kota Ambon. Saat ini Provinsi Maluku memiliki penduduk berjumlah 1.350.156 jiwa, dengan kepadatan sekitar 25 jiwa per km².

Total PDRB Provinsi Maluku untuk tahun 2005 sebesar Rp. 3,25 triliun. Kontribusi terbesar datang dari sektor pertanian yaitu sebesar Rp. 1,09 triliun atau sekitar 33,7% dari total PDRB, disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp. 802 miliar (24,6%), serta sektor jasa-jasa sebesar Rp. 620 miliar (19,0%), sebagaimana grafik disamping.

Adapun nilai ekspor yang dapat dicapai oleh provinsi ini adalah US$ 105 juta, nilai ekspor terbesar datang dari hasil laut sebesar US$ 45,9 juta, diikuti hasil industri lain sebesar US$ 44,6 juta dan hasil kayu sebesar US$ 14,3 juta.

Provinsi ini memiliki unggulan untuk sub sektor perkebunan dan perikanan. Komoditi yang diunggulkan untuk sub sektor perkebunan adalah kakao dan untuk sektor perikanan adalah perikanan tangkap.

Infrasruktur di provinsi ini cukup mendukung kegiatan investasi, terdapat 7 (tujuh) kawasan industri yang tersebar di 7 (tujuh kabupaten), sedangkan ketersediaan prasarana transportasi berupa 26 (dua puluh enam) pelabuhan laut dan 8 (delapan) Bandar udara yaitu Bandara Olilit, Dumatubun Langgur, Amahai, Namlea, Grand Wama, Bula, dan Pattimura.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: